jQUERY
jQuery adalah sebuah library yang dibangun dengan
menggunakan JavaScript untuk mengautomasi dan menyederhanakan perintah-perintah
umum. Meskipun ada banyak library lain semacamnya, namun jQuery jauh lebih
populer karena kemampuannya untuk menjalankan perintah pada peramban lama.
jQuery berjalan pada browser bersamaan dengan JavaScript biasa. Ia terutama
dipergunakan untuk animasi dan AJAX, yang cukup sulit untuk diprogramkan dengan
vanilla JavaScript, namun bisa
diketik dalam beberapa baris singkat dengan jQuery.
jQuery
dimasukkan dalam sebuah laman web dengan tag
<script> tag;
contohnya: <script
src="./path/to/jquery.js"></script>. jQuery
juga memiliki banyak sekali plugin yang memperluas fungsionalitasnya melalui
berbagai metode.
Fitur-fitur
inti jQuery – meliputi penyeleksian, traversal, dan manipulasi elemen-elemen
DOM – dimampukan oleh sebuah selector engine (dinamai Sizzle
mulai versi 1.3), telah mewujudkan suatu gaya pemrograman baru yang memadukan
antara algoritma dan struktur data DOM. Gaya ini telah mempengaruhi arsitektur
dari framework JavaScript lainnya seperti YUI v3 dan Dojo,
dan di kemudian menstimulasi pengembangan Selectors API
standar.
Situs resmi jQuery beralamat di jquery.com.
Pengembangannya dikelola oleh jQuery Foundation yang berada di jquery.org.
Library ini bisa diunduh di laman jquery.com/download, atau diterapkan melalui sejumlah CDN termasuk Google jQuery CDN.
jQuery juga dikembangkan untuk mendayagunakan berbagai
fungsionalitas JavaScript yang paling sering dipakai (misalnya: fade in atau
fade out ketika menentukan visibilitas elemen, juga bermacam animasi yang
dimunculkan dengan memanipulasi properti-properti CSS).
1. KEUNTUNGAN DARI PEMANFAATAN jQUERY
·
Memisahkan JavaScript dan HTML → Tanpa menggunakan atribut-atribut HTML untuk
memanggil fungsi Javascript dalam penanganan event, jQuery bisa dipergunakan
untuk menangani event dengan script JS saja.
·
Singkat dan Jelas → jQuery
mengutamakan penulisan kode yang singkat dan jelas melalui berbagi fitur
seperti fungsi-fungsi yang dapat dirangkaikan (chain-able) dan nama-nama
fungsi yang pendek.
·
Mengatasi masalah kompatibilitas antar-browser → JavaScript engine pada berbagai
browser memiliki perbedaan satu sama lain, sehingga script yang berjalan pada
suatu browser bisa gagal pada browser lainnya. jQuery mengatasi segala
inkonsistensi antar-browser tersebut dan menyajikan antarmuka yang konsisten
bekerja pada semua browser.
·
Ekstensibel → jQuery
menjadikan pengembangan framework sangat simpel. Berbagai event, elemen, dan
metode baru dapat dengan mudah ditambahkan dan digunakan ulang sebagai plugin.
2. FITUR-FITUR jQUERY
·
Penyeleksian
elemen-elemen DOM menggunakan selector engine Sizzle. Sizzle merupakan perangkat lunak multiplatform sumber terbuka yang
berawal sebagai proyek sampingan jQuery.
·
Manipulasi
DOM berdasarkan selektor CSS yang memanfaatkan nama-nama dan atribut elemen,
misalnya id dan class, sebagai kriteria seleksi simpul-simpul DOM.
·
Events
·
Efek dan
animasi
·
AJAX
·
Obyek-obyek
deferred and promose untuk mengontrol pemrosesan asinkron
·
Penguraian JSON
·
Ekstensibilitas
melalui plugin
·
Sejumlah
utilitas, misalnya: informasi agen pengguna (user agent), deteksi fitur
perangkat
·
Metode-metode
kompatibilitas yang tersedia secara bawaan pada browser-browser modern, namun
membutuhkan pencadangan pada browser yang lebih tua, misalnya `inArray()` dan `each`
·
Dukungan
multi-browser
3. BROWSER YANG DI DUKUNG OLEH JQUERY
Baik versi 1.x maupun 2.x dari jQuery,
keduanya mendukung “current-1 versions” (artinya versi stable terkini dari
sebuah browser dan satu versi yang mendahuluinya) untuk Firefox,
Google Chrome, Safari, dan Opera.
Versi 1.x juga mendukung IE 6
atau diatasnya. Sedangkan versi 2.x tidak lagi mendukung Internet
Explorer 6 sampai 8 (yang mewakili kurang dari 28% dari seluruh
browser yang digunakan) dan hanya mendukung IE 9 dan selanjutnya.
4. jQUERY MEMILIKI DUA GAYA PENGGUNAAN
·
Via fungsi $ → adalah factory method untuk
obyek jQuery. Fungsi-fungsi semacam ini, kerap disebut sebagai commands
(perintah), dapat dirangkaikan (chainable) sebab masing-masing
menyajikan obyek.
·
Via fungsi $.-prefiks → fungsi-fungsi utilitas
yang tidak dijalankan secara langsung pada obyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar